Jawaban:
Dalam mengobati penyakit, secara umum dokter memberikan 2 macam pengobatan, yaitu:
- Pengobatan untuk menghilangkan penyebab penyakit misalnya: infeksi diberi obat antibiotika untuk membunuh kuman penyebabnya, penyakit kanker dilakukan operasi untuk mengangkat kanker tersebut dan sebagainya.
- Pengobatan untuk menghilangkan atau mengurangi gejala penyakit misalnya gejala panas diberi obat penurun panas, sakit kepala diberi obat penghilang sakit kepala, lemah diberi vitamin dan sebagainya.
Pada penyakit infeksi, untuk membunuh kumannya perlu diberikan antibiotika tertentu dengan dosis dan jangka waktu pemberian yang tertentu pula. Dalam menulis resep, dokter telah memperhitungkan jumlah antibiotika yang diperlukan. Apabila diperkirakan dengan pemberian antibiotika tersebut penyakitnya belum sembuh biasanya dokter anak menyuruh pasiennya untuk kembali lagi setelah obatnya habis.
Setelah minum obat 2 - 3 hari pasien merasa penyakitnya sembuh karena sudah tidak panas atau tidak pusing bukan berarti penyakitnya sudah sembuh dengan benar dan tuntas. Hilangnya gejala panas dan pusing tersebut dapat disebabkan obat anti panas atau anti pusing disamping antibiotika itu sendiri atau sebagian kuman telah mati sehingga tidak menyebabkan gejala-gejala tersebut. Sebagian kuman mati artinya masih ada sebagian lagi yang masih hidup dan masih dapat berkembang biak lagi apabila antibiotika tersebut berhenti dikonsumsi bahkan kumannya bisa menjaid kebal terhadap antibiotika tersebut. Karena itu, antibiotika yang diberikan oleh dokter kepada anak Anda sebaiknya dihabiskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar